Koran Jakarta | September 23 2019
No Comments

Stres Halangi Tidur Pulas ketika Liburan

Stres Halangi Tidur Pulas ketika Liburan

Foto : istimewa
Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, Dr Michael Breus, saat memaparkan hasil riset Princess Cruises bekerjasama dengan Wakefield Research tentang Relaxation Survey untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (10/9).
A   A   A   Pengaturan Font

Salah satu perusahaan pela­yaran terbesar dan terkemuka di dunia, Princess Cruises, bekerjasama dengan badan riset Wakefield Research, merilis riset tahunan kedua Relaxation Survey untuk Indonesia. Salah satu hasiln­ya, 82 persen orang Indonesia yang diriset mengaku sulit tidur saat mengalami tekanan stres. Kondisi ini terbawa beban pikiran berlebi­han ketika liburan.

Sesungguhnya, kebiasaan tidur buruk tidak bermula atau berakhir dengan liburan. Kondisi tidur tidak cukup adalah masalah umum kare­na satu dari tiga orang Indonesia tidak mendapatkan tidur cukup. Kebiasaan sebelum tidur dapat menjadi salah satu penyebab, karena sekitar 16 persen minum air panas berkafein (kopi) sebelum tidur, sehingga mengganggu kepu­lasan tidur.

Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, Dr Michael Breus, menga­takan hasil riset Relaxation Survey untuk Indonesia menggarisbawa­hi pentingnya membiasakan diri untuk tidur nyenyak setiap malam, terlebih lagi ketika liburan, “Tidur adalah kegiatan sensori penting bagi keseluruhan panca indera. Tidur memampukan tubuh pulih dari ketegangan mental dan fisik. Ku­rangnya pengelolaan stres menjadi penyebab utama sulit tidur,” ungkap Dr Breus di Jakarta, Selasa (10/9).

“Dengan begitu banyaknya orang Indonesia kesulitan tidur nyenyak ketika liburan, salah satu solusinya adalah dengan terus menjaga kebiasaan tidur sehari-hari. Berolahraga tidak boleh berhenti walaupun sedang berlibur. Dan mematuhi jam tidur secara konsisten akan memberi­kan tidur lelap,” tambah Breus.

Tahun lalu, Dr. Breus mengun­jungi kota Jakarta untuk melun­curkan Princess Luxury Bed yang beliau kembangkan bersama den­gan Princess Cruises. Lebih dari 45.000 ranjang mewah ini sekarang ada di lebih dari 22.000 kamar kabin di 17 kapal pesiar mewah Princess Cruises. Selain itu, bagi mereka yang tinggal di kamar suite, para tamu disediakan perlengka­pan tidur bernama Sleep Kit yang terdiri dari barang-barang yang mendukung kondisi tidur pulas, seperti kabut linen, produk mandi beraroma teduh, peneduh mata, serta buklet saran tidur lelap.

Direktur Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik, menga­takan para tamu Indonesia dapat merasakan pengalaman tidur pulas di ranjang mewah Princess Luxury Bed di atas kapal pesiar mewah Princess Sapphire yang akan berbasis di Singapura mulai dari bulan Desember 2019 hingga Ma­ret 2020, atau dimanapun di dunia dengan kapal pesiar Princess baik di Jepang, Australia, Eropa, Kepu­lauan Karibia, Amerika Serikat dan/atau Kanada. “Pengalaman tidur lelap di ranjang mewah kami semakin akan mendorong pen­galaman tidur malam nyenyak se­hingga Anda sebagai turis menjadi semakin segar untuk kegiatan hari berikutnya,” kata Farriek Tawfik.

Agar Tidur Lelap

Dokter Breus memunyai tips menypa matahari pagi dengan semangat, yaitu dengan menikmati pancaran sinar selama 15 menit. Berada di luar ruangan dan di bawah sinar matahari selama 15 menit setiap pagi setelah bangun tidur akan membantu mengatur produksi melatonin, hormon tidur. Jam tubuh internal berop­erasi dengan jadwal 24 jam dan berfungsi paling baik saat Anda terpapar pola pancaran terang dan gelap secara teratur.

Melatih dan membiasakan waktu power-down. Selama 20 menit pertama, selesaikan semua tugas yang mutlak harus dilakukan sebelum tidur. Kemudian, selama 20 menit berikutnya, cuci muka, gosok gigi, dan kenakan baju tidur. Lalu, 20 menit terakhir, berbaring­lah di tempat tidur dengan tenang dan bermeditasi. Fokus pada ritme pernapasan dan jauhkan pikiran negatif apa pun selama periode ini. yzd/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment