Koran Jakarta | November 19 2017
No Comments
Peluang Usaha

Sumi Indo Kabel Investasi 7 Juta dollar AS

Sumi Indo Kabel Investasi 7 Juta dollar AS

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) menyiapkan investasi 7 juta dollar AS guna menopang kinerja pada tahun ini. Direktur Utama Sumi lndo Kabel, Takeshi Samejima mengatakan dengan jumlah investasi tersebut, Perseroan akan memproduksi kabel power dengan kapasitas sebesar 300 ton per bulan dari sebelumnya 200 ton per bulan.

“Ini adalah strategi dan kelangsungan dari program kerja Perseroan. Pada tahun sebelumnya Perseroan telah menginvestasikan modal sebesar 5 juta dollar AS,” ungkap dia di Jakarta, Selasa (12/9). Melalui penambahan investasi dari sebelumnya 5 juta dollar AS, Perseroan berharap dapat Iebih meningkatkan penjualan kabel terutama pada kabel power.

“Karena pembukuan saya bukan Januari-Desember tapi tutupnya Maret. Dana tersebut asalnya dari interim kita juga ada yang dibukukan sebagai laba serta kas juga ada,” ucap dia. Kendati cukup agresif dalam penambahan investasinya namun, pihaknya mengaku belum ingin melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat. Lantaran, masih menunggu market industri kabel lebih kondusif.

“Rencana diversifikasi atau penambahan produk baru juga belum ada,” jelas Takeshi. Takeshi memprediksi kondisi bisnis kabel pada 2017 ini tidak jauh beda dengan tahun lalu, baik pemasaran di dalam maupun di luar negeri. Meskipun pertumbuhan ekonomi Tiongkok memang sudah membaik tetapi dampaknya belum terasa pada negara lain. “Makanya untuk antisipasi diharapkan dapat berkontribusi pada permintaan PLN,” imbuh dia.

 

Kinerja Laba

 

Untuk diketahui, pada 2016 lalu Perseroan berhasil meraup laba sebesar 4,9 juta dollar AS dari total penjualan sebesar 129 juta dollar AS. Memang secara nilai, penjualan tersebut lebih rendah atau turun dari tahun sebelumnya. Kendati demikian, laba yang didapat hampir dua kali lipat dari laba tahun sebelumnya sebesar 2,5 juta dollar AS dengan raihan total penjualan 131 juta dollar AS.

Perolehan laba yang naik cukup signifikan tersebut adalah akibat menurunnya harga bahan baku. Takeshi mengakui Iaba bersih lebih kecil dibanding kompetitornya. lni terjadi karena penjualan Perseroan terbanyak adalah ke luar negeri, sehingga secara persentase profitnya lebih kecil dibanding profit lokal.

“Perseroan sendiri sangat terikat dengan SEQCDD Cost Reduction yaitu jaminan atas kualitas produksi. Dimaklumi bahwa persaingan di luar negeri jauh lebih ketat dibanding di lokal,” imbuh dia. Walau begitu, Takeshi berkeyakinan rancangan pembangunan infrastruktur di dalam negeri akan terus berlangsung, sehingga pertumbuhan pabrik kabel dalam negeri patut diharapkan terus berlangsung antara lain pembangunan energi, pembangunan jalan, pertambangan dan lain Iain. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment