Koran Jakarta | February 22 2018
No Comments
Suara Daerah

Surabaya Terus Kembangkan Aneka Objek Wisata

Surabaya Terus Kembangkan Aneka Objek Wisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sebagai kota metropolitan terbesar kedua dengan infrastruktur perhubungan yang cukup lengkap, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), selama ini dikenal sebagai kota perdagangan. Sejumlah sentra industri tersebar di sekitar Surabaya, seperti Rungkut (Surabaya), Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan. Surabaya juga menjadi tempat singgah wisatawan. Mereka bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata terkenal, baik yang ada di Jatim, seperti Gunung Bromo, Batu, dan Banyuwangi, maupun di luar Jatim seperti Yogyakarta, Bali, Lombok, dan kawasan timur Indonesia.

Kondisi itu berdampak pada tingginya lalu lintas orang, baik di Bandara Juanda, Stasiun Pasar Turi, maupun Pelabuhan Tanjung Perak. Tak ingin ketinggalan, Pemkot Surabaya berupaya menggali beragam potensi wisata yang ada di Kota Pahlawan. Saat ini, Surabaya memiliki sekitar 35 destinasi wisata yang dikelola baik oleh pemerintah, swasta, maupun perorangan.

Dari berbagai upaya promosi dan penataan, angka kunjungan wisatawan di Surabaya mulai menunjukkan perkembangan. Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan Pemkot dalam menggali potensi pariwisata di Kota Pahwalan ini, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo,berkesempatan mewawancarai Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, baru-baru ini.

Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana perkembangan pariwisata di Surabaya? Cukup menggembirakan, dibandingkan tahun sebelumnya. Target jumlah pengunjung tahun 2017 sudah terlampaui. Baru-baru ini, kami kedatangan kapal pesiar Genting Cruise dari Hong Kong. Genting Cruise mengangkut 400 penumpang. Kehadiran kapal pesiar di Surabaya dari tahun ke tahun terus meningkat. Pemkot Surabaya beserta seluruh stakeholder benar-benar serius membangun sektor wisata.

Apa saja yang dilakukan? Cukup banyak yang dilakukan. Kami ingin membuat wisatawan asing nyaman saat berada di Surabaya. Selain berbagai upaya promosi dan beragam event, juga disediakan pemandu wisata di bandara. Mempercantik beberapa tempat yang dianggap mampu menarik perhatian wisatawan asing, seperti taman, museum, dan fasilitas lain yang bakal meningkatkan jumlah wisatawan. Kami juga sedang mempersiapkan sejumlah paket tur.

Paket tur apa saja yang disiapkan? Beberapa paket tur yang disiapkan untuk wisatawan yang datang. Ada paket kepahlawanan, seperti wisata museum, wisata ibadah, wisata kampung, heritage, tradisional, dan taman. Nanti kami tawarkan. Sebab 3–4 tahun lalu, para turis asing hanya stay tiga jam, kini sudah meningkat menjadi satu hari.

Bisa dijelaskan potensi wisata sejarah dan kepahlawanan? Kota ini sarat akan sejarah. Dulu, Surabaya itu pusatnya Kerajaan Majapahit yang memiliki nilai sejarah, namun tidak banyak diketahui orang. Saya dan teman-teman akan menggali lebih dalam sejarah itu. Surabaya juga punya potensi untuk menjadi destinasi wisata pahlawan. Selaras dengan predikat Kota Pahlawan, ada banyak peninggalan bernilai sejarah yang menjadi rekam jejak para pahlawan pendiri bangsa. Saya ingin menghidupkan kembali Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang nanti dijadikan sebagai tempat pariwisata. Dinas Pariwisata sudah saya suruh untuk mendata monumen dan situs-situs yang bisa diangkat menjadi jujukan wisata, seperti rumah pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto di Peneleh yang baru-baru ini diresmikan. Museum ini memang belum sempurna. Ke depan, akan terus kami sempurnakan sehingga jadi aset wisata pahlawan di Surabaya.

Rencana pengembangan museum? Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan kami minta untuk membuat museum ini menjadi mudah dimengerti anak-anak. Nanti akan ada media interaksi sehingga anak-anak senang. Semisal tentang siapa saja tokoh yang dulunya belajar di rumah ini, sehingga akan membuat anak-anak senang dan lebih mudah memahami nilai-nilai kepahlawanan yang ingin disampaikan. Terus dikembangkan museum Dr Soetomo dan museum WR Soepratman. Ini bisa jadi kekuatan yang besar. Ini luar biasa asetnya. Bahkan, kelak bisa menjadi rezeki untuk warga.

Ada rencana melibatkan warga? Ya, kami melibatkan warga agar kawasan tersebut bisa mengalirkan rezeki untuk mereka. Kami minta warga di kawasan tersebut bisa memanfaatkan kawasan wisata pahlawan itu. Salah satu bentuknya dengan mengembangkan usaha mandiri. Saya harap warga di sini bisa memanfaatkan dengan menjual suvenir, semisal kaos atau gantungan kunci sesuai dengan temanya. Warga juga diharapkan tidak mengubah bentuk rumah demi menjaga nuansa sejarahnya.

Seperti apa wisata kampung? Pemkot mendukung pengembangan destinasi wisata yang berbasis masyarakat atau dikelola mandiri oleh warga. Wisata kampung akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan destinasi lain, sebagai paket kunjungan yang lebih menarik. Yang sudah ada, seperti Kampung Lawas Maspati, Kampung Wisata Inspirasi Dolly yang akan terdiri dari beragam kampung tematik di setiap gang berbeda-beda, serta Kampung Keraton yang erat hubungannya dengan sejarah Keraton Surabaya, akan dijadikan sebagai cagar budaya. Saya sudah mengondisikan kepada teman-teman Dinas Pariwisata untuk merawatnya. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment