Koran Jakarta | September 23 2018
1 Comment

Teknologi Hibrida Ultrasonik-LED Bantu Petani Atasi Wereng

Teknologi Hibrida Ultrasonik-LED Bantu Petani Atasi Wereng

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

PURWOKERTO – Empat mahasiswa Universitas Jen­deral Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, ber­hasil mengembangkan teknologi Hibrida Ultrasonik-LED. Teknologi ini dapat membantu mengatasi serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi, khususnya pada pertanian organik yang tidak menggunakan pestisida dan pupuk sintesis.

Keempat mahasiswa penemu teknologi tersebut adalah Hatika Rahmawan dan Ria Elsani (Jurusan Agroteknologi Faperta) dan Imaludin Sopandi, Aris Budiyanto, dan Mu­hammad Yusuf Fadillah (Jurusan Elektro FT).

Penemuan teknologi itu dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M), yang didanai oleh Kemenristekdikti.

Ketua tim, Hatika, menjelaskan teknologi “Hibrida Ul­trasonik-LED” dibuat berdasarkan penelitian yang telah ada sebelumnya mengenai gelombang ultrasonik dan juga light trap. Teknologi ini merupakan teknologi terbaru yang menggabungkan keduanya. Hama Wereng pada frekuensi gelombang ultrasonik (frekuensi 40 0 kHz) tertentu akan menyebabkan gerakannya pasif (tidak bergerak). Pasifnya gerakan hama wereng memengaruhi pola makan sehingga pencernaannya terganggu. Lama kelamaan bisa menyebab­kan kematian.

Selaku pembimbing, Dosen Teknik Pertanian, Fakul­tas Pertanian Unsoed, Dr Ardiansyah, berharap teknologi ini dapat membantu mengatasi serangan hama wereng yang menyerang petani, khususnya pada pertanian or­ganik yang tidak menggunakan pestisida dan pupuk sin­tesis. yok/E-3

Tags

View Comments

Madeline
Kamis 19/7/2018 | 13:31
gyb3m

Submit a Comment