Koran Jakarta | June 26 2017
No Comments
Strategi Bisnis - PT Tiphone Mobile Bagi Dividen Rp117,22 Miliar

TELE Incar Pendapatan Rp30,8 Triliun

TELE Incar Pendapatan Rp30,8 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Target pendapatan dan laba bersih Perseroan tahun ini diraih melalui pengembangan jaringan dan layanan baru melalui kerja sama dengan operator.

JAKARTA - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) pada tahun ini mengincar kenaikan pendapatan dan laba bersih masing-masing 15 persen dan 1,7 persen. Dengan begitu, Perseroan menargetkan pendapatan sebesar 30,8 triliun rupiah naik dari posisi tahun lalu sebesar 27,3 triliun rupiah. Lalu, laba bersih diharapkan mencapai 476,8 miliar rupiah, meningkat dari capaian tahun lalu sebesar 468,9 miliar rupiah.

Perusahaan yang bergerak di bidang ritel dan distribusi produk perangkat telekomunikasi berupa ponsel dengan suku cadangnya, aksesori, pulsa, jasa perbaikan, dan penyediaan konten, pada kuartal I-2017 membukukan pendapatan sebesar 6,41 triliun rupiah atau meningkat 2,3 persen (yoy). Direktur Utama TELE, Tan Lie Pin, mengatakan target pendapatan dan laba bersih Perseroan tahun ini diraih melalui pengembangan jaringan dan layanan baru melalui kerja sama dengan operator.

Apalagi pendapatan Perseroan paling besar disumbang oleh segmen voucer dan kartu perdana senilai 5,32 triliun rupiah atau meningkat 13,4 persen, sedangkan segmen telepon selular mencapai 1,09 triliun rupiah atau menurun 30,9 persen. Sementara itu, laba bersih Perseroan berhasil diraih sebesar 117,3 miliar rupiah atau meningkat 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). “Periode Januari sampai Mei 2017 kita sudah capai 30 persen,” ungkapnya, di Jakarta, Jumat (16/6).

Pada Juni, Perseroan berharap pendapatan bisa mencapai 45–47 persen. Dari total penjualan Perseroan sekitar 80 persen dikontribusikan oleh penjualan voucer dan kartu perdana. Sisanya 20 persen dari penjualan handset atau ponsel. Untuk voucer, lanjut dia, perinciannya 65 persen dijual dengan cara tradisional, sisanya dari penjualan pada distributor portofolio melalui perbankan dan online.

“Sesuai kemajuan teknologi, kami percaya bisnis voucer akan tumbuh,” ucap dia. Meskipun penambahan pelanggan tidak signifikan, tapi secara penggunaan akan tumbuh karena masih banyak yang menggunakan teknologi 2G ditambah lagi Perseroan sedang giat mendorong peralihan ke 3G dan 4G.

 

Bagi Dividen

 

Adapun Perseroan juga sepakat untuk membagikan dividen tunai senilai 117,22 miliar rupiah atau sebesar 25 persen dari capaian laba bersih sepanjang 2016. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nilai dividen yang dibagikan pada para pemegang saham sebesar 16 rupiah per saham dari total dividen yang merupakan raihan dari laba bersih 2016 sebesar 117,22 miliar rupiah.

“RUPS menyetujui untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham senilai 16 rupiah per saham,” ujarnya. Selain itu, dalam aksi korporasinya Perseroan juga akan mengubah struktur pinjaman agar bisa mendapatkan tingkat suku bunga rendah, serta penjaminan aset dan atau harta kekayaan Perseroan dengan nilai lebih besar dari 50 persen dari kekayaan Perseroan.

Terkait struktur pinjaman, Perseroan akan memperpanjang tenor pinjaman yang jatuh tempo pada tahun 2018 menjadi 2020. “Dengan begitu, Perseroan berharap bunga yang dikenakan akan lebih rendah, seiring tenor yang diperpanjang hingga 2020,” pungkas Sekertaris Perusahaan TELE, Samuel Kurniawan. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment