Koran Jakarta | November 20 2019
No Comments
Penanganan Karhutla I BPBD Sumsel Operasikan Tujuh Helikopter

Tim BPPT Berjuang Lakukan Hujan Buatan di Sumsel

Tim BPPT Berjuang Lakukan Hujan Buatan di Sumsel

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Semua pihak harus sinergis mengatasi kebakaran hutan dan lahan agar tidak meluas dan menyebabkan gangguan asap pada masyarakat.

 

PALEMBANG - Tim Ba­dan Pengkajian dan Penerap­an Teknologi (BPPT) berjuang melakukan hujan buatan me­lalui teknologi modifikasi cua­ca di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini dilakukan guna mengatasi bencana kabut asap dampak kebakaran hu­tan dan lahan (Karhutla) pada puncak musim kemarau Agus­tus dan September 2019.

“Kami terus berupaya me­lakukan hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membantu me­ngatasi masalah Karhutla di se­jumlah kabupaten dalam wila­yah Sumsel,” kata Koordinator Lapangan Teknologi Modifika­si Cuaca (TMC), Faisal Sunarto, di Palembang, Jumat (6/9).

Menurut Faisal, upaya hu­jan buatan dengan melakukan penyemaian garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl) di awan berpotensi hujan telah di­lakukan sejak 30 Agustus 2019, namun belum membuahkan hasil sesuai dengan harapan. Kegiatan TMC dilakukan di sejumlah daerah rawan Kar­hutla, seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Ko­mering Ilir, Muaraenim, dan Banyuasin.

Rawan Karhutla

Kegiatan tersebut akan terus dilakukan di beberapa wilayah Sumsel lainnya yang rawan Kar­hutla dan terdapat awan berpo­tensi disemai dan turun hujan. Untuk melakukan penyemaian awan, tambah Faisal, tim TMC dibantu satu unit pesawat jenis CASA 212 dari Skadron Udara 4 TNI AU Lanud Abdul Racman Saleh, Malang.

Sebelumnya Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol Condro Kirono mengatakan pihaknya siap memfasilitasi menghadir­kan tim TMC untuk mengatasi Karhutla di sejumlah kabupaten di Sumsel. Ini dilakukan agar ti­dak semakin parah seperti yang terjadi di Riau.

Karhutla di Sumsel yang kini luasnya sekitar 2.000 hek­tare perlu ditanggulangi secara maksimal sehingga tidak makin parah dan mengakibatkan bencana kabut asap. Penang­gulangan Karhutla di Sumsel, yang rawan kebakaran meliputi Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Ko­mering Ilir, Banyuasian, Musi Banyuasin, Muaraenim, Pali, Musirawas, dan Musirawas Utara sudah cukup baik.

Satgas siaga darurat ben­cana asap akibat Karhutla telah bekerja dengan baik, namun perlu didukung dengan men­gupayakan hujan buatan meng­gunakan TMC. Dengan adanya hujan buatan, tambah Condro, diharapkan bisa membasahi kawasan hutan dan lahan gam­but yang mengalami kekeringan dan berpotensi terbakar.

Kepala Badan Penanggulan­gan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengatakan pihaknya berupaya memaksi­malkan tujuh helikopter untuk mengatasi Karhutla di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Banyuasin. “Kami berupaya meningkatkan operasi udara untuk mengatasi Karhutla pada lokasi yang sulit dijangkau tim operasi darat,” kata Iriansyah.

Selain memaksimalkan he­likopter, tambah Iriansyah, kegiatan operasi udara didu­kung pesawat jenis CASA 212 dari Skadron Udara 4 TNI AU Lanud Abdul Racman Saleh, Malang, untuk melakukan hu­jan buatan mendukung tim BPPT melakukan TMC.

Menurut Iriansyah, untuk melakukan pencegahan dan pemadaman Karhutla di pro­vinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu perlu ditingkat­kan operasi udara. Helikopter yang disiapkan meluncurkan bom air untuk memadamkan lahan terbakar yang sulit di­jangkau oleh tim operasi darat dan membasahi lahan di seki­tar lokasi Karhutla sebagai tin­dakan pencegahan.

Selain membantu pem­adaman Karhutla, tambah Iriansyah, helikopter tersebut dimanfaatkan secara inten­sif memantau kawasan hutan dan lahan gambut yang rawan terbakar pada musim kemarau 2019. eko/Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment