Tingkat Pengangguran AS Menurun, Terendah sejak 1969 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Kinerja Ekonomi Amerika

Tingkat Pengangguran AS Menurun, Terendah sejak 1969

Tingkat Pengangguran AS Menurun, Terendah sejak 1969

Foto : MANDEL NGAN/AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan tingkat pengangguran mengalami pe­nurunan sehingga tercatat se­bagai rekor terendah sejak ta­hun 1969.

“Angka pengangguran te­rendah dalam beberapa tahun terakhir dan kami mungkin mencetak sejarah,” cuit Trump di Twitter, Jumat (6/12).

Trump menggunakan pres­tasi itu sebagai senjata politik. Dia mengeklaim proses pemak­zulan menghalanginya untuk bekerja secara maksimal. Ka­rena itu, potensi ekonomi AS belum mencapai maksimal. “Tanpa pertunjukan horor dari sayap kiri radikal, ekonomi akan jauh lebih baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan terjadi penambahan angkatan kerja sebanyak 266.000 selama November 2019. Angka peng­angguran nasional pun turun menjadi 3,5 persen sehingga jadi rekor terendah sejak 1969.

Bulan lalu, para pengusaha AS merekrut 266.000 tenaga kerja, terbesar sejak Januari. Perekrutan bulanan telah me­ningkat sejak awal tahun ini, rata-rata 205.000 pekerja se­lama tiga bulan terakhir, naik dari level terendah 135.000 te­naga kerja pada Juli.

Data terbaru itu mampu mengurangi sebagian besar kekhawatiran dampak resesi yang terjadi pada musim panas lalu. Pertumbuhan lapangan kerja yang stabil telah mem­bantu meyakinkan konsumen bahwa ekonomi sedang ber­kembang, dan pendapatan para pekerja tetap aman. Ke­adaan itu diharapkan dapat meningkatkan pengeluaran dan pertumbuhan pada bulan-bulan mendatang.

Trump berharap warga Ame­rika mempunyai pemikiran se­rupa, yaitu terpenting adalah uang. Menurut dia, rakyat Ame­rika seharusnya lebih khawatir dengan isu rumah tangga sendiri daripada isu politik luar negeri.

“Percakapan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina tak memengaruhi kehidupan siapa pun. Pekerjaan dengan gaji besarlah yang memenga­ruhinya,” ujar Brad Parscale, manajer kampanye Trump.

Elektabilitas Trump

Sayang, tameng Trump tak terlalu mumpuni. Elektabilitas Trump di mata rakyat AS masih saja menurun. Menurut data terbaru, kepercayaan terhadap Trump turun 2 persen menjadi 41 persen.

Pendiri lembaga komunikasi Hamilton Place Strategies, Ton­ny Fratto, mengatakan Trump bakal lebih populer jika tak pu­nya terlalu banyak skandal. “Saat ini pemilih merasa pertumbuh­an ekonomi negara sebagai hal yang wajar. Karena itu, mereka lebih fokus terhadap perilaku presiden,” kata Fratto.

Faktor lainnya datang dari sikap Trump, yang gemar mengejak Demokrat. Menu­rut pengamat, Trump lebih semangat membicarakan ke­burukan Demokrat daripada prestasi ekonominya.Padahal, banyak politikus Republik dan pebisnis AS yang sedang butuh dukungan.

AS saat ini sedang berada di momen puncak. Perusahaan sudah mempekerjakan 2,2 juta jiwa dalam 12 tahun terakhir. Pertumbuhan itu datang mes­kipun perang dagang sedang bergejolak dan menghalangi beberapa aspek bisnis. Trump sendiri sudah menegaskan bahwa negosiasi dagang dengan Tiongkok bakal bertahan sam­pai Pemilu 2020. Hal tersebut membuat banyak pengusaha was-was. AFP/SB/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment