Tiongkok Pakai CT Scan untuk Deteksi COVID-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Wabah Penyakit

Tiongkok Pakai CT Scan untuk Deteksi COVID-19

Tiongkok Pakai CT Scan untuk Deteksi COVID-19

Foto : AFP/TANG CHHIN Sothy
Kapal Merapat l Kapal pesiar Westerdam hendak merapat di Pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, pada Kamis (13/2). Sebelumnya kapal pesiar ini ditolak untuk berlabuh di sejumlah negara karenaadanya kekhawatiran ada penumpang kapal terinfeksi COVID-19.
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Pejabat kesehatan di Provinsi Hubei,Tiongkok, mengumumkan sebuah rekor baru kasus penyebaran pada Kamis (13/2) yakni terjadinya 14.800 kasus terkait virus korona jenis baru (COVID-19) dalam waktu 24 jam.

Korban tewas akibat virus ini di Provinsi Hubei juga dilaporkan melonjak dengan angka kematian 242 orang dalam sehari. Data ini berjumlah lebih dari dua kali lipat, dari angka kematian sebelumnya yang diumumkan pada Senin (10/2) yakni 103 kematian.

Mengantisipasi melonjaknya jumlah kasus COVID-19 di Hubei, Tiongkok, pekan lalu, komisi kesehatan Hubei mengatakan akan mulai menggunakan CT scan untuk mengidentifikasi infeksi paru-paru agar pendeteksian bisa lebih cepat.

Diagnosa dengan metode klinis baru ini adalah dengan menggunakan pemindaian paru-paru untuk memverifikasi dugaan infeksi. Metode sebelumnya, yakni tes asam nukleat yang digunakan mengidentifikasi informasi genetik untuk mendeteksi virus dapat memakan waktu berhari-hari.

Lonjakan drastis terkait kasus COVID-19 terjadi setelah pihak berwenang Tiongkok menyampaikan penurunan kasus selama dua hari berturut-turut.

Namun di Jenewa, Swiss, para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan agar publik tidak mencapai kesimpulan prematur tentang data dari Tiongkok.

“Saya pikir terlalu dini untuk mencoba memprediksi awal, pertengahan atau akhir dari epidemi ini untuk saat ini,” kata Michael Ryan, kepala program kedaruratan kesehatan WHO.

Pada Kamis tercatat setidaknya 1.355 orang telah meninggal dan hampir 60.000 orang telah terinfeksi virus ini di Tiongkok. Sementara telah ada ratusan kasus terkait COVID-19 di 27 negara di luar Tiongkok.

Karantina di Kapal Pesiar

Pada saat bersamaan di Kamboja, sebuah kapal pesiar MS Westerdam diizinkan untuk berlabuh di kota pelabuhan Sihanoukville, setelah ditolak oleh lima negara karena adanya kekhawatiran adanya penumpang kapal yang mungkin terinfeksi virus korona.

Menurut operator kapal Holland America, sebanyak 1.400 penumpang dan 800 awak kapal negatif COVID-19. Kapal itu berada di lautan selama dua pekan setelah Jepang, Taiwan, Guam, Filipina, dan Thailand, menolak kedatangan kapal pesiar itu.

Sementara pejabat kesehatan Jepang mengatakan ada tambahan sebanyak 44 penumpang kapal pesiar Diamond Princess telah dinyatakan positif terinfeksi virus korona dan seluruh penumpang kapal lainnya ikut dikarantina selama lebih dari sepekan di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Jumlah total pasien terinfeksi di dalam kapal pesiar Princess Diamond menjadi 218 dan angka ini merupakan jumlah infeksi tertinggi di satu lokasi di luar Tiongkok.  ang/AFP/DW/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment