Koran Jakarta | September 23 2019
No Comments

Tips Hindari Burnout Ketika Memulai Bisnis

Tips Hindari Burnout Ketika Memulai Bisnis
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya baru mau mencoba bisnis sendiri. Saat sedang semangat membuat per­siapan, teman saya yang sudah jauh lebih berbisnis bercerita usahanya tidak maju-maju dan dia mengalami burnout. Mohon advisnya Bu agar bisa terhindar dari burnout.

Jawaban:

Keunggulan menjalan­kan bisnis sendiri adalah bisa menjadi bos bagi diri sendiri dan memiliki jam kerja yang fleksibel. Seperti dua mata koin, sisi positif itu juga bisa menjadi negatif.

Yang pertama adalah men­jadi bos perlu bekerja ekstra keras memikirkan segala lini usaha, mulai dari produk hing­ga pegawai, sementara waktu fleksibel bisa jadi bumerang seperti jam kerja menjadi kebablasan.

Dilansir dari Inc, mengha­dapi segala stres bisnis, para pebisnis pun bisa jatuh ke kondisi burnout yang merupa­kan akumulasi dari kelelahan fisik maupun mental.

Bila sudah burnout, sema­ngat wirausaha bisa menjadi buyar. Untuk menghindari kondisi itu, berikut 5 tips dari Inc agar mencegah burnout ketika menjalani bisnis.

  1. Objektif Menilai Masalah

Sulit untuk menilai apa yang sebetulnya menjadi sumber masalah ketika sedang bekerja non-stop dalam membangun bisnis.

Coba duduk sebentar dan pertanyakan dengan objektif apa yang membuat perjalan­an bisnismu menjadi sulit. Apakah karena bekerja terlalu keras pada tugas yang bukan prioritas? Apa butuh lebih ba­nyak outsource? Ada masalah di personal?

Banyak pebisnis yang harus menghadapai kesulitas baik karena ekonomi lesu, ada ma­salah di hubungan personal, atau ada pesaing baru di pasar. Identifikasi sumber masalah pada bisnis dan tentukan lang­kah positif yang harus dilaku­kan.

  1. Beri Jarak Kehidupan Kerja dan Personal

Sayangnya, keseimbangan kerja dan kehidupan tidak se­penuhnya nyata baik di dunia korporat atau usaha. Banyak pebisnis yang harus kerja keras bertahun-tahun untuk sukses.

Meski demikian, para pe­bisnis bisa mengontrol waktu kerja agar bisa fokus ke bisnis sekaligus kehidupan pribadi. Berilah jarak antara keduanya. Atur jadwal dengan ideal agar bisa mendapatkan waktu yang kamu yakini bisa sepenuhnya membuatmu fokus ke aspek kehidupan selain kerja. De­ngan ini, risiko burnout pun bisa berkurang.

  1. Balik Kerja Kantoran

Gaji stabil, jam kerja stabil, serta mendapat benefit memi­liki daya tarik tersendiri. Dan jika kamu mencapai fase di mana bisnismu tidak bekerja, maka tak apa untuk kembali ke kerja kantoran.

Itu bukan berarti kamu pe­bisnis gagal, toh pengalaman­mu sebagai pebisnis bisa men­jadi modal besar ketika di masa depan kamu kembali mem­bangun bisnis. Beristirahatlah sejenak sebagai nahkoda bisnis untuk sementara, dan kembali lagi kelak.

  1. Stop Bekerja Sendirian

Kebanyakan kerja sendirian bisa membuat rasa sepi dan burnout. Ini pula yang mem­buat kerja kantoran dirindukan karena setidaknya memberi­kan ruang berinteraksi. Solusi bagi pebisnis adalah mencoba co-working space agar bisa bercengkerama dengan pebis­nis dan pegawai lain.

  1. Jadi Pebisnis Part-Time

Zaman sekarang sudah ba­nyak orang yang menjadi pe­bisnis part-time lewat bantuan media sosial. Ini merupakan solusi jika belum sepenuhnya yakin dengan bisnis yang dija­lankan.

Keuntungannya adalah masih bisa tetap mendapat gaji stabil dari kantor serta menja­lankan bisnis sesuai minat. Jadi jangan ragu mengejar passion dan belajar sebagai pebisnis.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment