Tips Mengatur Arus Kas Modal Usaha | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Tips Mengatur Arus Kas Modal Usaha

Tips Mengatur Arus Kas Modal Usaha
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, apa saja hal-hal yang prinsip dalam mengatur arus kas modal usaha? Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan baru akan mencoba membuka bisnis waralaba swalayan. Mohon tips-tipsnya ya Bu.

Jawaban:

Tak sedikit bisnis yang awalnya menuai sukses, tetapi akhirnya mengalami kebangkrutan karena keku­rangan modal. Selain karena faktor ketidakcukupan mo­dal, kegagalan suatu bisnis juga dapat terjadi karena pemiliknya tak mampu me­ngelola arus kas (cash flow) dengan baik. Dengan kata lain, kas masuk tidak sesuai dengan kas keluar.

Bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan bisnis atau berencana untuk meng­geluti bisnis, belajarlah untuk mengatur cash flow sejak dini. Berikut beberapa cara mengatur arus kas untuk mo­dal udaha yang wajib dike­tahui para pengusaha muda. Simak ulasannya, seperti dikutip dari Cermati.com.

  1. Rancanglah Keuangan yang Tepat

Segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik dan lancar dengan perencanaan yang matang. Pastikan peren­canaan keuangan tidak berat sebelah pada pos-pos terten­tu. Tetapi harus direncana­kan secara seimbang untuk semua jenis pos. Dengan demikian, masalah terha­dap kekurangan modal pun dapat diminimalisir sebaik mungkin.

  1. Buatkan Laporan Laba Rugi Setiap Bulan

Setelah membuat peren­canaan, buatkan pula yang namanya laporan laba rugi. Laporan ini berisi keuntung­an dan kerugian yang diper­oleh bisnis setelah beroperasi selama satu bulan.

Adanya laporan ini sangat membantu untuk mengeta­hui kesehatan finansial dari bisnis. Jika ternyata bisnis memperoleh kerugian dalam jumlah yang relatif besar, Anda bisa segera mengam­bil tindakan sehingga hal ini tidak terulang kembali untuk bulan-bulan berikutnya.

Tenang, pembuatan lapor­an laba rugi tidak sesulit apa yang dibayangkan. Cukup dengan mengumpulkan transaksi, membuat jurnal, dan memindahkan transaksi ke buku besar, maka laporan laba rugi pun siap digunakan untuk bisnis.

  1. Hindari Belanja Ba­rang Berlebihan

Apabila bisnis yang dijalankan ada kaitannya dengan produksi, pastikan pembelian bahan baku selalu dalam jumlah yang tepat. Tu­juannya untuk menghindari adanya biaya pemeliharaan demi mencegah kerusakan pada bahan baku yang sudah dibeli.

Maka dari itu, jelilah saat berbelanja. Jangan ragu untuk menggunakan bahan baku yang masih tersisa di gudang kalau memang masih bisa dipakai. Dengan demi­kian, pembelian bahan baku tidak mubazir dan penge­luaran pun dapat dihemat.

  1. Hindari Berutang pada Pemasok

Utang sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis di masa yang akan datang. Saat menjalankan bisnis, cobalah untuk berutang secara proporsional ter­utama kepada pemasok atau produsen. Usahakan untuk membayar secara tunai apa­bila arus kas keuangan bisnis sehat.

  1. Bila Ada, Segera Tagih Piutang

Selain utang, bisnis juga akan dibumbui dengan ada­nya piutang dari konsumen. Terlebih lagi untuk bisnis yang bergerak dalam bidang perdagangan.

Agar piutang tidak menumpuk, cobalah me­nagih piutang ini secara rutin sama halnya seperti Anda membayar utang.

  1. Lakukan Pemisahan Rekening Keuangan

Bagi yang saat ini aktif menjalankan suatu bisnis, lakukan pemisahan rekening tabungan. Jadi antara reke­ning bisnis dan rekening pri­badi sebaiknya dipisah untuk menghindari penggunaan modal usaha demi meme­nuhi kebutuhan pribadi.

  1. Gunakan Keuntung­an untuk Mengembangkan Bisnis

Sebagai pebisnis, Anda pasti mau bisnis dapat ber­kembang pesat, bukan? Agar hal ini dapat terwujud, man­faatkan keuntungan yang diperoleh selama ini untuk mengembangkan bisnis. Misalnya untuk menambah variasi produk, memperbesar lahan, atau membuka cabang bisnis baru di kota lain.

  1. Bangun Bisnis dengan Komitmen yang Kuat

Di samping upaya meng­atur arus kas yang disebut­kan di atas, Anda juga harus memiliki komitmen yang kuat saat menjalankan bisnis. Komitmen ini dapat meningkatkan daya fokus dalam mengelola cash flow untuk menjadi lebih aman. Adanya komitmen juga akan mengendalikan keinginan untuk menggunakan arus kas di luar kebutuhan bisnis sehingga cash flow selalu da­lam keadaan baik.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment