Tips Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
Surat untuk bu Rossa

Tips Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi

Tips Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi

Foto : ist
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, sejak kecil saya termasuk tipe anak yang pendiam dan tertutup. Saya menyadari bahwa untuk bisa berkembang dan sukses di dunia kerja, saya harus membuka diri dan mengenal lingkungan kerja. Mohon advis Bu Rossa, apa yang harus saya lakukan agar bisa lebih mudah bersosialisasi di kantor.

Jawaban:

Apa pun profesi dan bidang kerja, kemampuan sosialisasi sangat diperlukan. Sekalipun pekerjaan tidak mengharuskan bertemu dengan banyak orang seperti bagian kehumasan atau marketing, Bapak/Ibu dituntut mampu bersosialisasi. Karena sekecil apa pun lingkungan kerja, Bapak/Ibu tetap perlu berinteraksi dengan orangorang di sekeliling. Ingat, pada dasarnya Bapak/Ibu adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain.

Memang, kemampuan sosialisasi identik dengan keandalan berkomunikasi dengan lingkungan. Tapi tentu saja bukan asal komunikasi. Kalau sosialisasi Bapak/Ibu wujudkan dengan bergosip dan menggangu rekan kerja lain, bukan simpati yang didapatkan, tapi justru akan dimusuhi orang-orang sekantor.

Berikut ini beberapa cara yang tepat untuk sosialiasi di kantor. Bicara dengan jelas Bangunlah komunikasi dengan pembicaraan yang jelas. Pembicaraan yang tanpa arah hanya akan membingungkan lawan bicara. Ingat, lewat pembicaraan pula dapat diketahui seberapa besar ‘isi kepala’ seseorang.

Hati-hati berkomentar Dengarkan dengan baik, jika orang lain mengajak bicara. Jika ingin berkomentar, jangan mengeluarkan pernyataan yang membuat orang lain tidak nyaman. Pastikan bahwa komentar Bapak/ Ibu memang ada ‘isinya.’ Jangan cuma jadi ’ember bocor.’

Budaya kompromistis Setiap orang punya latar belakang yang berbeda. Jadi, pembicaraan awal biasanya tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai orang lain.

Bapak/Ibu bisa saja tidak setuju dengan rekan kerja, tapi masih bisa bekerja sama secara produktif. Dalam hal ini Bapak/Ibu harus mengembangkan budaya toleransi dan kompromis dengan rekanrekan sehingga tercapai kerja sama yang menyenangkan. Pengaruhi orang lain Jangan pasrah, jika Bapak/ Ibu tidak mendapat perhatian dari lingkungan. Buatlah agar orang lain menyukai dengan cara-cara positif. Misalnya dengan memberikan perhatian pada setiap pembicaraannya, menjadi pendengar yang baik, dan ringan kaki jika mereka membutuhkan bantuan.

Tunjukkan kualitas Bapak/Ibu sesungguhnya sehingga mereka akan menyadari bahwa Bapak/Ibu orang yang layak diperhitungkan. Hadapi masalah Jangan lari dari masalah dan konflik yang melilit. Sebaliknya hadapai masalah tersebut dengan kepala dingin. Carilah solusi terbaik setiap menghadapi masalah.

Tidak mudah terpancing Lingkungan kantor yang notabene terdiri bermacam kepala kerap menimbulkan beda pendapat yang berujung pada pertikaian. Jika sampai terjadi konflik, jangan terpancing untuk melakukan tindakan negatif dan jangan terpancing oleh provokator.

Berpikirlah lebih jernih agar bisa menilai dan menyelesaikan setiap masalah secara objektif. Jangan takut berubah Orang yang ingin maju adalah orang yang tidak anti terhadap perubahan.

Sedangkan orang yang tidak mau menerima perubahan adalah orang yang takut meninggalkan zona nyamannya dan sulit berkembang.

Maka jangan takut menerima perubahan yang terjadi. Bapak/Ibu pun tidak perlu takut berubah jika perubahan itu bisa membawa pengaruh yang lebih baik bagi karir dan kehidupan.

Tanggalkan ego Mengedepankan ego dalam kerja tim tidak akan membuat Bapak/Ibu tampak menonjol. Lepaskan ego jika ingin menjadi anggota tim yang solid.

Bukankah lebih baik membicarakan suatu ide dan masalah bersama-sama daripada harus menggunakan ‘otot’? Kesimpulannya, dalam dunia kerja bukan cuma keahlian teknis dan profesional yang dibutuhkan.

Kemampuan sosialisasi pun tak kalah pentingnya. Bahkan sudah banyak yang membuktikan kepiawaian bersosialisasi mampu mengantarkan seseorang ke gerbang sukses.

Apalagi, bagi para pekerja dan profesional, lingkungan kerja merupakan tempat atau lembaga yang banyak menyita waktu mereka. Nah mulai sekarang, manfaatkan waktu dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sosialisasi!

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment