Koran Jakarta | April 23 2019
No Comments
Pengembangan Usaha

UMKM Butuh Ekosistem Kondusif

UMKM Butuh Ekosistem Kondusif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pengem­bangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia membutuhkan eko­sistem kondusif agar dapat tumbuh secara berkualitas. Karena itu, diperlukan berb­agai unsur untuk mendukung pengembangannya meliputi kualitas produk, promosi yang gencar dan akses pembiayaan.

“Dalam mendukung ter­ciptanya ekosistem yang kon­dusif diperlukan keterlibatan dan kerja sama berbagai pi­hak, termasuk Bank Indonesia (BI),” kata Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, dalam sem­inar bertajuk Menciptakan Ekosistem untuk Mendukung UMKM Tumbuh dan Naik Ke­las di Jakarta, Selasa (18/12).

Menurut Erwin, lewat ko­ridor pelaksanaan tugasnya, bank sentral terus mendo­rong perluasan program pe­ngembangan UMKM yang berfokus pada pengen­dalian inflasi dan penu­runan defisit transaksi berjalan, misalnya me­lalui perluasan pengem­bangan klaster UMKM untuk komoditas pangan strategis dan bidang kera­jinan.

Otoritas mo­neter, pa­par Erwin, juga men­dorong pengembangan melalui se­genap peraturan yang men­dukung dan pemanfaatan platform digital untuk dapat memperluas pasar. Selain itu, BI juga memfasilitasi para pelaku usaha ikut serta dalam berbagai pameran, baik na­sional maupun internasional sehingga memicu mereka meningkatkan skala usaha dan menjadi eksportir yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Kemen­terian Koperasi dan UKM pada 2017, UMKM di Indone­sia mendominasi jumlah unit usaha, yaitu sebanyak 62,9 juta atau 99,99 persen dan mampu berkontribusi sebesar 60,0 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Tahan Krisis

Selain itu, UMKM dikenal memiliki re­sistensi tinggi terhadap krisis karena pada umumnya ber­basis bahan baku dan me­mi­liki target pemasaran do­mestik. Di balik potensi tersebut, UMKM Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain permo­dalan dan akses pembiayaan, lemahnya kapasitas SDM, serta keterbatasan jangkauan pasar.

Bank sentral, tambah Er­win, akan membahas hasil kajian dengan UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) mengenai ekosistem pen­dukung UMKM untuk tum­buh dan naik kelas, secara komprehensif, yang meliputi berbagai aspek, baik ekster­nal yang meliputi kebijakan, kondisi makroekonomi, serta infrastruktur, maupun inter­nal yang meliputi kapabilitas UMKM itu sendiri.

Dia berharap dari kerja sama tersebut dapat meng­hasilkan rumusan rekomen­dasi strategi dan kebijakan yang implementatif kepada Pemerintah dan pihak terkait yang dapat mendukung tum­buh kembang UMKM Indo­nesia menjadi lebih besar dan berdaya saing di era globalisa­si yang sangat dinamis.

“Ke depan, BI akan mem­perkuat implementasi pro­gram UMKM, termasuk pen­ingkatan kapasitas melalui edukasi dan pelatihan,” tutup Erwin. bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment