Unair Ciptakan Aplikasi Sistem Deteksi “Stunting” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Inovasi Mahasiswa

Unair Ciptakan Aplikasi Sistem Deteksi “Stunting”

Unair Ciptakan Aplikasi Sistem Deteksi “Stunting”

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA – Permasalahan stunting atau kekerdilan pada balita dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan utama di Indonesia. Menurut riset tahun 2013, prevalensi stunting balita di Indonesia mencapai angka 37,8 persen jumlah balita di Tanah Air.

Melihat permasalahan itu mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST Unair) Surabaya, Farissa Riski Rahmadona, menciptakan aplikasi untuk mendeteksi stunting pada anak. Aplikasi tersebut diberi nama Expert System Detecting Stunting in Children Using Certainty Factor Method: A Web Based Application.

Farissa menuturkan, aplikasi tersebut berupa sistem pakar di mana pakar langsung dari dokter anak. Selain itu, hasilnya adalah pengguna sistem dapat mengetahui kondisi stunting pada anak dengan cara yang cepat dan tepat.

“Bentuk inovasinya, sistem pakar di mana pakarnya ini langsung dari dokter anak. Dari pengetahuan pakar, dibuat rule untuk mendeteksi stunting pada anak. Output-nya, pengguna sistem bisa mengetahui kondisi stunting pada anak dengan cara yang cepat dan tepat,” jelas dia, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/1).

Dalam proses, pembuatan aplikasi tersebut, Farissa bekerja sama dengan posyandu di Kota Bontang untuk pengambilan data. Sementara pakar dokter anak berasal dari rumah sakit Wahab Sjahranie, Bontang. Kota Bontang dipilih karena persentase stunting masih tinggi.

Farissa menyampaikan materi menjadi salah satu kesulitan karena latar belakang studi yang berbeda dengan materi yang diambil. “Kesulitannya karena saya bukan orang medis, saya harus belajar istilah permasalahan gizi anak,” ujar mahasiswa Sistem Informasi tersebut.

Dia berharap aplikasi tersebut dapat dikembangkan dan dapat menghasilkan hasil yang akurat, serta berguna untuk mendeteksi stunting pada anak lebih cepat dan tepat. “Kondisi stunting yang terlambat diketahui akan memiliki dampak yang buruk untuk perkembangan anak,” tambahnya.

Aplikasi tersebut juga menghantarkan Farissa mendapatkan silver award dalam ajang International Exhibition of Research, Idea & Innovation on Creative and Humanizing (ie – RIICH’19) di Sultan Abdul Jalil Shah Campus (KSAJS), Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia, pertengahan tahun lalu.

 

SB/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment