Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Hadiah Nobel

Wasiat Terakhir sang Penemu Dinamit

Wasiat Terakhir sang Penemu Dinamit

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Sejak 1901, hadiah Nobel telah diserahkan pada perempuan, laki-laki maupun organisasi yang melakukan pekerjaan hebat untuk kemanusiaan, sejalan dengan harapan dan wasiat Alfred Nobel, sang penemu dinamit.

Alfred Nobel merupakan seorang terpelajar dan penemu dinamit asal. Dari penemuannya tersebut, ia menerima kekayaan yang melimpah. Pada 1895, ia pun menetapkan kekayaannya itu diberikan pada mereka yang selama tahun itu memberikan kontribusi dan manfaat luar biasa untuk umat manusia.
Nobel mendekritkan kediamannya untuk diinvestasikan pada pihak keamanan dan hasilnya mencapai sekitar 31,5 juta kronor Swedia dan digunakan untuk membentuk Nobel Foundation.


Ada beberapa spesifikasi untuk penerima hadiah Nobel, seperti seseorang yang melakukan penemuan paling penting di bidang fisika, kimia dan obat-obatan, begitu juga karya menakjubkan di dunia literatur.


Hadiah kelima untuk perdamaian, kepada seseorang yang telah melakukan sesuatu untuk mempererat persaudaraan antar negara, untuk seseorang yang mampu menghapus atau mengurangi pasukan tentara yang berjaga dan yang mempromosikan kongres perdamaian.
Sejak 1901, hadiah Nobel pertama diberikan dan Nobel Foundation yang mendanai penghargaan tersebut. Tahun ini, penerima hadiah akan menerima sebesar 9 juta kronor atau setara 908 ribu dollar AS per orang.


Sementara pada hadiah Nobel untuk Ekonomi, menjadi satu-satunya penghargaan yang tidak termasuk dalam wasiat Nobel dan didanai Swedish Central Bank. Hadiah pada kategori itu dibentuk sebagai penghargaan ketika mereka mencapai usia ke-300 tahun pada 1968 dan pertama kali dilakukan pada 1969.
Ketika Nobel meninggal pada 1896 di Sanremo, Italia, tanpa anak dan wasiatnya dibacakan, anggota keluarganya terkejut dengan isinya bahkan ada yang menolak. Kedua keponakannya sempat ada yang mencoba membatalkan wasiat tersebut dan Raja Oscar II dari Swedia juga menentang keinginan Nobel sambil mengatakan bahwa itu bukanlah pemikiran seseorang yang patriotik.


Yang menambah kebingungan adalah Nobel tidak menunjuk seorang pengeksekusi untuk wasiatnya itu atau mengkonsultasikannya dengan berbagai institusi yang ia tunjuk untuk memberikan hadiah Nobel ini. Setelah lebih dari tiga tahun perdebatan, Nobel Foundation pun dibentuk untuk mengatur kediaman sang penemu dan empat institusi setuju memberikan hadiah sebagai permintaan Nobel.


Di Stockholm, Institut Karolinska memberikan penghargaan di bidang obat-obatan, Swedish Academy menangani bidang literatur dan Royal Academy of Sciences bertanggung jawab pada bidang fisika, kimia dan ekonomi. Sementara Komite Nobel Norwegia memegang hadiah Nobel bidang perdamaian. gma/R-1

Adolf Hitler hingga Michael Jackson

Hampir 120 tahun penghargaan Nobel ini diserahkan pada para nominasinya termasuk pada beberapa nama yang kelihatannya ‘tidak biasa’. Pada Januari 1939, sekitar delapan bulan sebelum menginvasi Polandia, anggota parlemen Swedish Social Democratic, Erik Brandt, menulis pada anggota komite Nobel Norwegia untuk memberikan hadiah perdamaian pada Hitler.


Dalam suratnya, yang ditulis dalam sebulan setelah aneksasi krisis Austria dan Sudeten, Brandt, memuji pemimpin Nazi Jerman itu yang merujuk ia sebagai ‘Pangeran Kedamaian di Bumi’.


Brandt kemudian menarik rekomendasi nominasinya, namun nama Hitler masih muncul sebagai kandidat penerima Nobel. Ahli sejarah Nobel, Asle Sveen, mengatakan, nominasi Brandt kala itu cukup ‘panas’. “Nominasi Erik Brandt untuk Adolf Hitler menunjukkan betapa berbahayanya itu untuk menggunakan ironi dalam memanaskan situasi politik,” katanya pada AFP.


Komite Nobel menerima semua bentuk pengajuan nominasi sebelum batas akhir pada 31 Januari. Meskipun semua orang yang masih hidup bisa masuk nominasi, namun tidak semua orang bisa mengajukannya. Mereka yang memenuhi syarat untuk masuk nominasi bisa dari anggota parlemen, menteri, mantan pemenang hadiah Novel, profesor universitas, anggota komite saat ini ataupun mantan komite. Semuanya berjumlah ribuan. “Ada banyak orang yang memiliki hak untuk menominasi kandidat dan tidak sulit untuk menjadi nominasi,” kata Olav Njolstad, anggota Komite yang cukup berpengaruh.


Pada 1935, Benito Mussolini, diktator Italia dinominasikan akademisi Jerman dan Prancis beberapa bulan sebelum ia menginvasi Ethiopia. Salah satu pemenang Perang Dunia II, pemimpin Russia, Joseph Stalin pun dinominasikan dua kali, yaitu pada 1945 dan 1948. Ketika tenggat akhir telah lewat dan nama para nominasi masuk, daftar tersebut pun kemudian diulas kembali oleh Komite dan penasihatnya.


Namun, menurut ahli sejarah Geir Lundestad yang juga mantan sekretaris di Komite Nobel, baik Hitler, Stalin maupun Mussolini tidak benar-benar serius dipertimbangkan untuk mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian. “Yang mengejutkan saya adalah kebanyakan diktator di seluruh dunia menahan diri agar dirinya dinominasikan,” kata Lundestad.
Selama lebih dari dua dekade terakhir, jumlah nama kandidat penerima Nobel meroket bahkan mencapai lebih dari 300 nama. Sehingga tidak mengherankan apabila muncul nama-nama yang tidak biasa. Semisalnya di 2001 lalu, federasi sepak bola dunia FIFA masuk nominasi penerima hadiah Nobel.


Para pembuat hukum di Swedia yang menominasikan hal itu mengatakan bahwa olahraga memiliki kemampuan yang bisa menciptakan sesuatu yang positif untuk dunia dan berkontribusi memberikan dunia suatu kedamaian. Belum lagi, Jules Rimet, yang menginisiasi terselenggaranya Piala Dunia juga dinominasikan pada 1956 menurut catatan Antoine Jacob, penulis dari History of the Nobel Prize.


King of Pop Michael Jackson juga masuk nominasi penerima Nobel pada 1998. Meskipun dugaan-dugaan terjadinya kekerasan seksual pada anak yang menerjangnya belum muncul saat itu, pesan perdamaiannya pada lagu Heal the World ternyata belum mampu mengesankan komite. “Anggota parlemen Rumania yang mengajukan Michael Jackson sangat mempertimbangkan hal ini dengan sangat serius, tetapi tidak dengan para komite,” ujar Lundestad.


Lundestad juga mengatakan bahwa bukan hal yang mustahil untuk seorang musisi terkenal masuk ke dalam nominasi, seperti Bob Geldof, Bono ataupun Sting yang kemudian hari bisa menerima penghargaan Nobel. Untuk tahun ini sendiri, ada beberapa nama yang masuk nominasi hadiah Perdamaian Nobel yang akan diberikan pada 11 Oktober mendatang, seperti Presiden AS Donald Trump dan aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg. gma/R-1

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment